Bulan Terbelah di Langit Amerika : Akankah Dunia Lebih Baik Tanpa Islam?

  sumber bekasimedia.com " Would the world be better without Islam ? " pertanyaan yang akan jadi fokus utama dalam film in...

 

bulan terbelah di langit amerika
sumber bekasimedia.com

"Would the world be better without Islam?"

pertanyaan yang akan jadi fokus utama dalam film ini. mendengar kalimat ini untuk pertama kalinya dalam hidup saya, saya jadi berpikir juga. benarkah? iya atau tidak? saya yakin, kita masing-masing punya pendapat pribadi. dan saya juga yakin, bukan satu-dua orang yang akan mengatakan "ya, dunia ini akan lebih baik tanpa islam".di film ini kita akan menemukan jawabannya, setidaknya jawaban versi Hanum Rais dan Rangga Almahendra. bukan cuma jawaban, di film ini kita juga menemukan alasan-alasan dari jawaban tersebut. karna jawaban "ya" atau "tidak" tidak dapat memberikan pemahaman apapun jika tanpa alasan.

oh iya, saya tak akan memberi sinopsis dari film ini karena sudah banyak sekali sinopsis yang bertebaran. silahkan cari di website yang lain ya, hehe.

nah, film ini punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. karena saya suka happy ending, maka saya akan mengulas kekurangan film ini dahulu. yang pertama, film ini ngga bikin saya merinding. FYI, salah satu kriteria film yang bagus buat saya adalah film yang buat saya merinding. dan film ini, entah kenapa, ngga dapet feelnya ke saya. saya ngerasa film ini masih bisa di garap lebih baik lagi. terkhususnya di adegan ketika rangga mencetuskan pertanyaannya ke sekretaris Philiphes Brown "akankah dunia lebih baik tanpa islam?" saya sudah berharap untuk dapat feel merindingnya disitu. tapi sekali lagi, ini pendapat pribadi saya. mungkin saja ketika anda menonton film ini dan melihat adegan ini langsung merinding, tetapi saya tidak.

satu lagi yang agak mengganggu saya adalah kakunya pemeran bule di film ini. rasanya actingnya belum dapet aja gitu. contohnya adegan anak angkatnya Philipes brown yang datang ke ruang kerjanya philipe waktu dia lagi nangis sambil melihat cincin misterius (rahasia tentang cincin ini terungkap di akhir film), disitu dia kelihatan kaku, menurut saya. akan lebih baik kalau dia lebh rileks dan bukunya itu lo, ngga mesti juga di tunjukin ke kamera gitu. adegan kedua yang mengganggu saya adalah adegan Abe (Suami Azema) menunjukkan "paket" yang akan di antarkannya ke WTC. itu berasa aneh aja, dia nelfon sambil nunjukin paketnya ke kamera Azema.

nah, itu kekurangan film ini dari kacamata saya. kelebihannya? ya jelas banyak dong. saya sangat suka dengan karakter Stefan yang ngga pernah membosankan. dialognya lucu tapi ngena. saya terus-menerus dibuat tersenyum oleh kelakuan Stefan, tapi sekaligus memahami juga, cara memahami orang seperti Stefan adalah dengan tersenyum. dan saya juga selalu suka dengan jawaban-jawaban rangga atas pertanyaan-pertanyaan dari Stefan yang sederhana tapi ngena. salah satunya saat Stefan ngedumel soal ribetnya pernikahan. lalu dia bilang lagi, dia masih mau traveling. tapi susah ya masuk Mekkah dan Madinah. lalu rangga jawab "mudah, tinggal ucapkan dua kalimat syahadat aja" "yah, berarti masuk islam dong? males ah. islam kan ribet mesti shalat, puasa, shalat, puasa lagi" "nguru paspor juga sulit. mesti ngurus visa, ngurus perizinan, ngurus visa lagi" yah setidaknya percakapan ini mengandung makna bagi saya. kalau memandang ribet enggaknya, semua hal di dunia ini juga ribet. tapi seribet-ribetnya urusan agama, dia bawa kebaikan, kesehatan dan pemikiran positif buat kita yang ngejalaninnya. jadi, ya jalani aja dengan gembira. karna ngga ada yang sia-sia. di dunia

satu adegan lain yang saya ingat adalah ketika Rangga dan Stefan berdebat soal apakah dunia lebih baik tanpa islam, Stefan langsung ngomong "tentu saja. dunia lebih baik tanpa islam, kristen, Katolik, Budha, Hindu, karena agama itu mengkotak-kotakkan. agama penyebab konflik di dunia ini". selanjutnya saya tak ingat benar apa balasan Rangga atas pernyataan ini. well, dialog ini menjadi menarik bagi saya karena saya sendiri pernah mendengar pernyataan ini dari seorang senior saya. waktu itu, saya tidak dapat menjawab pertanyaannya. saya lebih memilih untuk diam, karena saya bukan orang yang pandai menjelaskan terlebih masalah agama begini. tapi, sepemahaman saya, konflik bukan tercipta karena agama, konflik tercipta karena kekuasaan dan harta. Agama hanya dalih dari mereka yang haus kekuasaan dan harta untuk memprovokasi umat beragama. makanya kita jangan mudah terprovokasi  ya, guys.

Hal menarik lainnya adalah teka-teki yang perlahan terungkap di film ini. awal-awalnya banyak sekali pertanyaan di kepala saya, namun perlahan semuanya terhubung dengan pertanyaan di awal akankah dunia lebih baik tanpa islam? dan di akhir cerita terdapat kejutan-kejutan besar. saya sampai salah paham sama salah satu tokoh di film ini. satu hikmah film ini yang di dapat adalah, jangan langsung menilai orang karna satu perbuatan. lihatlah perbuatan-perbuatannya yang lain. tanya dulu pada temannya bagaimana dia sebenarnya. tanya pada keluargannya. nah, walaupun kita tetap tidak akan pernah dapat menilai seorang individu dengan sempurna, setidaknya pemahaman kita tentang dia akan jadi lebih baik dan lebih menyeluruh. entah pun kalau kita menilai dia adalah orang jahat, Tuhan telah menyembunyikan satu fakta bahwa sebenarnya dia tidak jahat seperti yang kita kira. hanya fakta itu bisa saja terugkap, atau bisa hilang oleh waktu dan selamanya tertutup, untuk hanya dia dan Tuhanlah yang tau.

Jadi, akankah dunia akan lebih baik tanpa islam?

jawaban versi saya : Tidak.


You Might Also Like

1 comments

Flickr Images