Chihayafuru 1 : All About Karuta

Akhirnya, gue bisa nonton chihayafuru season 2!! #Terharu #TisuManaTisu. rasanya keren banget bisa ngeliat mereka main lagi. tapi ke...





09 ono komachi
Akhirnya, gue bisa nonton chihayafuru season 2!! #Terharu #TisuManaTisu. rasanya keren banget bisa ngeliat mereka main lagi. tapi kelihatannya, banyak yang nggak tau ya Chihayafuru. jadi, kali ini gue mau review chihayafuru dan karutanya.

Intisari dari chihaya sendiri sebenarnya mau nge-promosiin karuta, yang menurut analisa asal-asalan gue adalah suatu permainan yang merupakan permainan kartu individual (2 orang) atau perkelompok (3 orang atau lebih) yang setiap pemainnya harus menghapal puisi kartu puisi, lalu ketika pembaca puisi membacakan salah satu puisi, mereka harus memegang kartu yang berisi puisi yang sama dengan yang dibacakan oleh pembaca puisi. jadi intinya sih, karuta itu permainan yang butuh konsentrasi, instuisi, ketelitian pendengaran, tubuh yang sehat juga.

Dan setelah gue sedikit searching di google, gue baru tahu kalau karuta punya 2 jenis kartu, yaitu yomifuda (kartu untuk dibaca) dan torifuda (kartu untuk diambil). karuta punya 2 jenis permainan, tapi yang dimainkan chihaya dkk itu yang jenis uta garuta. uta garuta terdiri atas 200 kartu.puisi-puisi ini berasal dari antologi puisi hyakunin isshu. di chihayafuru sendiri, ada salah satu anggota karuta di SMU mizusawa yang paling suka banget sama poem hyakunin isshu.namanya kana.diantara mereka ber-7 (di season 2, ada 2 anggota nambah) dialah yang paling mengerti seni dari puisi hyakunin isshy. dia tau cara mengelompokkan kartu-kartu dengan cara mengelompokkan kartunya berdasarkan musim. cita-citanya adalah menjadi pembaca puisi karuta.

oh iya, chihayafuru juga memberikan tips-tips ampuh saat berada dalam kompetisi karuta. contohnya, shinobu (queen karuta) selalu menyentuh ujung kartu agar kartu lebih mudah disentuh. targetnya selalu di ujung kartu.

kenapa diatas gue bilang karuta butuh tubuh yang sehat? karna duduk di tatami selama berjam-jam itu bakal bikin pegel juga. juga kita butuh tubuh yang fit untuk bisa melempar kartu dengan cepat. harus gesit, dan otaknya juga cepat menangkap informasi.tapi ini juga masalah taichi, terlalu pintar yang membuat dia selalu berpikir tentang hal-hal detil. dia sampe menghapal semua kartu puisi loh. beda sama chihaya, yang lebih make intuisi dia buat ngedengerin kartu yang akan dibacakan selanjutnya..


oh iya, pembaca karuta itu juga harus punya rasa seni yang tinggi loh, nggak sembarangan. harus masuk kelas A dulu baru bisa jadi pembaca puisi. yang ngebaca puisi harus tau cara mengatur nada agar peserta dapat dengan mudah mengingat puisi yang dia bacakan dari huruf suku pertama.maksudnya?

oh iya, ada beberapa puisi karuta yang kata awalnya sama. kayak ada 8 kata awal "aku" di kartu karuta, ada 4 kata "musim semi" di karuta. nah, makanya dari itu, pembaca puisi harus punya nada yang benar saat baca puisi. lebih jelasnya coba liat salah satu puisi hyakunin isshu dibawah ini:

花の色は hana no iro wa
うつりにけりな utsurinikerina
いたずらに itazurani
わが身世にふる wagamiyonifuru
ながめせしまに nagameseshimani

 bahasa indonesianya:
Warna bunga sakura,
memudar dengan sia-sia diantara hujan panjang yang turun di musim semi.
 Seperti kecantikanku yang semakin memudar,
sewaktu memikirkan berbagai hal dalam cinta maupun kehidupan

pada saat kita ngomong "warna bunga" sambungan antara 'na' dan 'bu'nya itulah yang menentukan. makanya nadanya harus pas. bisa aja dia bilang "warna matahari" 'na' ke 'ma'. kalo nadanya asal-asal, peserta bakal susah nebaknya. dan nebak itu pun harus dalam waktu sepersekian detik kalau nggak pengen kalah. pokoknya sulit deh. jadi kita harus punya basicnya, yaitu pendengaran yang bagus, teliti dan mau menghafal 100 puisi itu.

oh iya, gue baru dapet peraturan yang menurut gue cukup lengkap tentang karuta:


Rules of the Game
1. Tiap pemain menerima 25 kartu dari keseluruhan 100 kartu. 25 kartu tsb. boleh disusun sesuka hati ke dalam maksimal 3 baris di area selebar maksimal 87cm di depan masing-masing pemain.
2. Pemain diberi waktu 15 menit untuk mengingat posisi kartu-kartu sebelum pertandingan dimulai.
3. Pemain wajib saling memberi hormat sebelum dan setelah pertandingan. Di masa lalu pemain yg tidak mengindahkan peraturan ini diberi hukuman yg cukup ekstrim, yaitu dipaksa memakan kartu permainan yang digunakan.
4. Pertandingan dimulai dengan dibacakannya puisi Naniwazu (bisa ditemukan di awal topik ini) yg diikuti dengan puisi yg diambil secara acak dari 100 puisi hyakunin-isshu.
5. Mengubah posisi kartu di bidang permainan sendiri diperbolehkan, tetapi bisa dianggap sebagai tindakan tidak terpuji bila dilakukan berkali-kali.
6. Pemain berlomba untuk lebih dulu menyentuh torifuda yang isinya sesuai dengan puisi yang sedang dibacakan.
7. Bila pemain berhasil mendapatkan kartu yang sesuai di areanya sendiri, maka kartu tersebut dikeluarkan dari bidang permainan.
8. Bila kartu didapatkan dari bidang permainan lawan, maka pemain harus memberikan satu kartu dari bidang permainannya sendiri untuk mengganti kartu yang diambil.
9. Pemain yg lebih dulu menghabiskan kartu di bidang permainannya sendiri menang.

Fouls
1. Menyentuh kartu di bidang lawan sementara kartu yg benar berada di bidangnya sendiri.
2. Kebalikannya nomor 1.
3. Menyentuh sembarang kartu sementara tidak ada torifuda yg sesuai dengan puisi yg dibacakan.
4. Semua kesalahan hukumannya sama, yaitu menerima selembar kartu dari lawan.
kalau mau tau lebih lengkap, sumbernya ada disini

udah jelas? yang pasti karuta itu seru deh. kalian bisa mengetahui banyak tips tentang karuta, kenapa menyukai karuta, dll di chihayafuru. semuanya lengkap dijelasin kalau kalian mau sabar nonton setiap episodenya. tapi disitu juga sih sisi kekurangan chihayafuru. lama-lama boosen karna lebih banyak cerita di pertandingan. nggak ada emosi yang dimainkan saat di dalam pertandingan.soalnya gitu-gitu terus. tapi tetap aja gue nonton chihayafuru.

oke deh, segini dulu. tunggu Chihayafuru 2: Cinta Chihaya!!

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images