Sebuah Cerita Tentang Penebaran Manfaat

vam.ac.uk

sebenarnya, aku bukan tipikal seorang feminis gampang mewek yang sering kamu lihat di film-film. aku juga bukan manusia yang gampang tersentuh. bukan juga cewek fashionable yang apdet soal peralatan make up baru dan tren busana bulan ini. tapi, izinkanlah seseorang yang sebenarnya datar tapi agak jantan ini untuk membagi kisahnya. semoga setelah membaca tulisan sederhana ini kamu mendapat manfaat dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

memberi manfaat pada manusia lainnya tadinya bukan tujuan utamaku, seperti yang aku katakan pada paragraf pertama, aku tipe cewe cuek. sama diri sendiri aja cuek, apalagi sama kamu #halah? hanya, kompilasi dari ke-cuekan beserta gayaku yang blak-blakan, sok berani beserta kelakuan-kelakuan terkutuk lainnya telah menjadikan aku sebagai seorang dengan peringkat ketiga paling bawah di kelas sewaktu SMA. dan sejak saat itu, dimulailah sebuah babak baru dalam hidupku yang sebenarnya ku ciptakan sendiri (celakanya, sewaktu SMP dulu, karena hidupku terlalu mulus baik di bidang akademis maupun asmara -tapi bohong- jadi aku berdoa pada tuhan untuk menyulitkan hidupku waktu SMA jadi aku dapat belajar dari kesalahan). babak baru ini membuat hidupku jadi lebih kelam. aku dipaksa untuk keluar dari jalur amanku tapi aku tak aman-aman. jadilah tiap hari merupakan masa-masa jatuhnya berliter-liter air mata. berjuta kemarahan, berjuta pertanyaan, menghiasi hari-hariku waktu itu. apa yang sedang Kau uji? apa hikmah di balik semua ini? hanya satu dari sekian banyak pertanyaanku di SMA dulu.

singkat cerita, setelah berkuliah selama satu tahun ini, aku banyak intropeksi diri (hal yang baru kulakukan sejak kuliah ini. coba saja sejak dulu!). ternyata, biang keladi dari peristiwa jatuhnya air mata itu tak lain adalah diriku sendiri. iya, kecuekanku terhadap dunia sekitar ternyata adalah petaka. Aku harusnya tak jadi apatis, lebih care sama temen, lebih terbuka dengan masukan, dan lain-lain. sejak malam perkontemplasianku itu, aku jadi mulai dari 0 lagi. jadi, hal-hal yang sudah di kuasai oleh teman seusiaku, baru kupelajari sekarang ini. hal remeh temen seperti berteman, curhat-curhatan, nyobain make-up, nyari trend baju musim ini, ke koro-koro, dengerin curhat temen cuma sedikit dari banyak hal yang harus kupelajari di kuliah ini. aku berjanji tak akan apatis lagi.

nah, dalam perjalananku untuk mengikis cuek dan apatisku ini. aku jadi terfikir, bagaimana caranya agar aku dapat memberi manfaat ke orang lain. tapi sekaligus juga dapat memberi perubahan ke diriku sendiri. khususnya ke caraku bersosialisasi. maka dengan suatu peristiwa semi-mistis, aku menemukan sebuah forum kepemudaan yang katanya untuk manusia yang bermimpi besar. aku tak akan cerita apa yang ku alami disana. pada intinya, sejak itu, aku berjanji untuk menginspirasi orang lain dengan caraku sendiri.


masih bersambung.