Death Note : Kalau Aja Akhirnya Beda

Woahahaha. akhirnya setelah menghabiskan 2 hari 1 malam dengan sedikit unsur begadang, aku menyelesaikan serial anime "Death Note"...

Woahahaha. akhirnya setelah menghabiskan 2 hari 1 malam dengan sedikit unsur begadang, aku menyelesaikan serial anime "Death Note" dan kesan yang pertama kali adalah.. sakit otak. iya, banyak sekali logika-logika mereka yang sulit kumengerti. masih nggak rela L mati di tengah-tengah tapi cukup terhibur sama 2 pengganti L, Near dan Mello.

L itu lebih keren dari Light. TITIK!!
L. maaf lupa sumbernya -_-

secara keseluruhan sih aku suka ceritanya, cuma agak membosankan di tengah-tengah, khususnya waktu Light melepaskan Death Note, lupa ingatan dan jadi baik. episode kemunculan perusahaan Yatsuba deh pokoknya. sampai sekarang juga masih gak rela L mati gitu aja, lebih suka akhir di Death Note versi film, karna di versi film L mati setelah Light mati.

mengejutkan akhirnya karna yang ngebunuh Light di akhir itu adalah orang paling polos dan paling muna disitu, Matsuda. tapi wajar aja sih, dia percaya penuh sama si Light, tapi Lightnya gitu. kalau ku bilang sih, si Light ini bukannya nggak punya otak, tapi mungkin bagian otaknya yang khusus untuk mengelola emosi cinta dan kasih sayang udah nggak berfungsi, atau Neuron otaknya yang di bagian itu hilang tercecer. soalnya dia bahkan mempertimbangkan untuk membunuh adiknya jika terdesak, dan kalem-kalem aja tuh waktu ayahnya meninggal. oh iya, bahkan dia juga berencana buat ngebunuh Misa kalau udah nggak perlu, kan? kesimpulannya memang pengelola emosi di dalam otaknya udah rusak.

masalah pengelolaan emosi di anime ini nggak terlalu ditunjukkin. mungkin karna anime ini lebih di khususkan untuk laki-laki kali ya. yang lebih butuh logika daripada emosi-emosi yang nggak jelas. kelihatan dari cara mereka membuat kematiannya si L, kayak nggak ada apa-apa bahkan setelah L mati. aku sendiri terkejut (mungkin karna lebih banyak nonton anime untuk anak cewe kali ya) kematian L nggak terlalu di besar-besarkan padahal aku udah mencak-mencak ngeliat itu.


hmm.. Light itu menyebalkan. dan lebih menyebalkan lagi ngelihat cewe-cewe itu nempel semua sama Light. nggak ngerti ahh, bahkan sampai ada pemuja kira segala. Light berpikir kalau dia itu orang baik, padahal nggak. topeng yang dia buat itu cukup bagus. buat dirinya jadi seperti pahlawan. terobsesi jadi Tuhan. memang benar juga kalau orang yang mendapatkan Death Note itu, lebih cocok disebut orang malang daripada orang yang bahagia. hidupnya terobsesi ngebunuhin orang, hidupnya banyak hitamnya, matipun nggak dapet kepastian surga atau neraka.

tokoh yang kukagumi? udah jelas, pasti si L. aku memang memandang tinggi derajat para pemilik bintang scorpio.hehe. tapi bukan itu aja sih, banyak yang menurutku keren dari si L ini. banyak misteri tentang dia yang mungkin penulisnya sengaja untuk nggak ngebuka. bikin penasaran. tapi penasaran yang nggak bakal terjawab sampai kapanpun. haft. menurutku walaupun dia udah mati, tetep aja pemain utama sebenarnya itu dia, bukan Light. karna yah, nggak pantes rasanya orang kayak Light itu jadi pemain utama, nggak pantes #Emosi

oh iya, di bagian kesimpulan ini, aku mau sedikit bawa-bawa agama, hehe. Jepang itu, termasuk Negara yang sekuler, atau negara yang nggak mau ikut campur persoalan agama masyarakatnya. makanya, orang jepang bebas mau beragama ataupun nggak, dan berdasarkan Wikipedia, 65% orang jepang tak punya agama. kalau dihubung-hubungin sama Death Note sih, kita bisa ambil kesimpulan kalau dari awal orang-orang seperti Light, Misa, dan Teru Mikami itu kenal Islam, pasti nggak bakalan gitu akhirnya. akhirnya pasti Happy ending. kenapa aku bilang gitu? karna selama mereka hidup, mereka nggak menemukan kepastian dan keadilan. mereka merasa hidup nggak adil, karna mereka bergantung sama manusia yang notabenenya juga bisa salah. lah, manusia kan nggak sempurna? jadilah hidup mereka berasa gantung. mau nolongin orang, tapi kejahatan ada terus. tujuan mereka sih baik, tapi nggak ada jaminan kalau mereka berbuat baik mereka akan masuk surga, nggak ada kepastian, dan nggak ada yang memastikan.

jadinya, karna orang di sekitarnya pun nggak terlalu perduli soal agama, jadi si Light ini merasa kalau dunia itu dalam keadaan Vaacum of power atau kekosongan kekuasaan, nggak ada yang menghukum, harus ada yang menghukum. dengan pemikiran kayak gitu, ya wajar aja kalau kemudian dia berpikir untuk jadi Tuhan. toh dia juga nggak tahu apa-apa soal tuhan. pas sekali momennya pas si Ryuk ngejatuhin Death Note (andaikan aja si Ryuk ini bukan Shinigami, tapi Setan). yaah begitu deh jadinya. akhirnya, Light mati penasaran mandi darah gitu. kasian orang-orang kayak gini, nggak sempat kenal agama, udah mati aja dianya.

coba aja yang jatoh waktu itu Al-Quran bukan Death Note, pasti yang terjadi bakalan Happy ending. ya iyalah, si Light ini kan bukannya bodoh, dia jenius loh. kalau dia ngeliat suatu hal, dia nggak cuma lihat dari posisi dia doang, tapi dia juga coba untuk melihat dari posisi orang lain. mungkin awalnya dia bakal belum percaya sama Al-Qur'an, tapi dia bakal menyelidiki lebih dahulu. mungkin penyelidikan makan waktu bertahun-tahun, tapi dengan kejeniusan Light dia pasti nggak bakal lama sadar kalau Al-Quran itu benar, dan dia nggak perlu gelisah lagi karna udah ada yang bakal ngehukum orang-orang jahat itu. haaah. dan dia harusnya juga sadar, kalau orang berbuat jahat itu nggak semuanya memang benar-benar jahat. ada yang mencuri karna kelaparan, dia juga cuma nyuri roti. kalau dalam islam, orang ini nggak sepenuhnya salah karna dia memang udah terancam hidupnya dan dia bukan mencuri hal-hal yang bisa buat si korban miskin. malah, harusnya yang disalahin si korban karna kelewat pelitnya. mungkin orang ini bakal dihukum, tapi nggak sampe dibunuh segala, Light.

You Might Also Like

0 comments

Flickr Images