Filosofi : Pilih Makan Ayam atau Ikan?

Pertanyaan ini berat, bukan karena jawabannya yang pasti hanya ayam atau ikan, tapi jawaban ini juga tidak punya jawaban yang pasti tentang yang lebih benar sebenarnya. jawabannya pastinya hanyalah : Relatif, tergantung pada siapa kamu menanyakannya.

pilih ayam atau ikan? itu pilihanmu.

Iya, tergantung pada siapa kamu bertanya. apakah pada orang yang tinggal dekat gunung atau laut, orang sumatera atau orang jawa, orang kaya atau sederhana, pejabat atau buruh pabrik, setiap orang pasti punya pilihan berbeda dengan alasan dan latar belakang yang berbeda pula. aku sendiri lebih suka makan ikan daripada ayam karena aku tinggal di dekat laut jadi otomatis ikan yang aku dapat selalu segar, dan mamaku juga lebih memilih masak ikan daripada ayam setiap hari. selain itu juga harga ikan di tempat tinggalku juga lebih murah daripada ayam. jadi, ayam itu adalah pilihan terakhir yang akan dimakan keluargaku kalau memang ikannya udah ngga ada yang seger lagi di pasar.

Pernah ketika aku menanyakan masalah ayam ikan ini pada satu orang di suatu waktu, pernah jawabannya adalah."masalah kamu makan ikan atau ayam bukan cuma masalah pilihan fa, bagiku pribadi aku makan ikan karena aku ikutin sarannya nabi buat mengurangi makan daging-dagingan. alasan lainnya yaitu karena ikan juga lebih bagus daripada daging. makanya aku makan ikan."

Dalam konteks kehidupan, aku memahami masalah ayam-ikan ini sebagai pilihan setiap orang berdasarkan pengalamannya selama ini. seperti, aku ga bisa maksa orang yang lebih suka ayam karena dia hidup jauh dari laut. dan orang yang hidup deket dengan laut pasti bakal susah ngerasain kalau ayam itu enak. jadi ya itu pilihan masing-masing orang. Jangan pernah memaksa orang yang suka makan ikan untuk suka ayam, ya karena itu buang-buang waktu. Lagianpun, apa untungnya buatmu memaksakan apa yang kamu suka buat disukai oleh orang lain?

Apapun itu, makan ikan atau ayam tetap pilihan. sama seperti hidup, setiap apa yang terjadi hari ini adalah konsekuensi dari pilihan yang telah kamu ambil di masa lalu serta pengaruh dari lingkungan kamu. lagianpun, baik ikan atau ayam sebenarnya sama-sama baik untuk kamu, asalkan kamu pandai juga mengkombinasikan dengan makanan sehat lainnya- serta tidak berlebihan. hidup juga begitu, pilihan apapun yang kamu akhirnya pilih -walaupun mungkin kamu pernah membuat satu pilihan menjadi buruk- bukan berarti kamu sepenuhnya membuat hidupmu menjadi buruk, kamu tetap bisa mengkombinasikan dengan pilihan-pilihan baik lainnya sehingga efek buruk dari pilihanmu yang satu itu bisa hilang. 

Seperti kita yang ngga pernah menyesal untuk memilih lebih suka ikan atau ayam, seharusnya kita juga tidak perlu menyesal untuk pilihan-pilihan yang telah kita pilih di masa lalu. Ya apapun pilihan itu, itulah yang membuat kamu ada sekarang. lantas kenapa harus membebani diri dengan sesuatu yang tidak perlu?

Pada akhirnya, ikan ataupun ayam sama-sama makanan. baik atau tidaknya, tergantung kamu,

Sebagai pecinta ikan, aku ingin menutup pos ini dengan sebuah 'tips' makan ikan, yaitu kalau kamu mau makan ikan, jangan terlalu fokus pada amisnya, buang durinya, lalu makan itu dengan perasaan bersyukur kalau kamu masih bisa makan makanan layak sekarang. mungkin hidupmu bisa jadi lebih bahagia.